IHSG dan Emas Menguat, Rupiah Tembus 17.120 Per Dolar AS
Grafik pergerakan IHSG. Hingga penutupan perdagangan Jumat (10/4/2026), IHSG mampu bertahan di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - Kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan di level 17.085 per Dolar AS.
Selama sesi perdagangan berlangsung Rupiah sempat melemah hingga ke level 17.120 per Dolar AS, sebelum akhirnya mata uang Rupiah mengurangi kerugiannya.Sentimen negatif eksternal yang memicu terjadinya pelemahan pada mata uang Rupiah.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, tensi geopolitik yang memanas membuat Rupiah terpuruk terhadap Dolar.
Di sisi lainnya pelaku pasar juga akan terus memantau ketat sentimen dari tanah air, khususnya pantauan terhadap besaran defisit selama pemerintah menahan kebijakan untuk menaikkan harga BBM ditengah lompatan harga minyak mentah dunia.
Sementara itu, IHSG ditutup menguat 2,07% di level 7.458,496. Sejumlah emiten yang mengalami kenaikan harga saham diantaranya adalah BBRI, BBCA, CUAN, BMRI hingga PTRO.
"Penguatan bursa saham mengabaikan potensi konflik yang bisa saja kembali memanas. Kabar positif pasar saham saat ini adalah adanya rencana Washington untuk kembali berdialog terkait dengan gencatan senjata dengan Lebanon," ujar Gunawan di Medan, Jumat (10/4/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan sedikit melemah ke level US $4.748 per ons troy, atau sekitar Rp2,62 juta per gram.
Tekanan yang dialami harga emas sejalan dengan penguatan harga emas sejauh ini. Harga minyak mentah mulai bernjak naik dan kembali dekati level psikologis US$100 per barel. Sejauh ini harga minyak mentah ditransaksikan dikisaran harga US$96 hingga US$98 per barelnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Menguat, Rupiah Tembus 17.120 Per Dolar AS"
Posting Komentar