Sesi Pertama Perdagangan: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah Melemah
Respon USD index dan imbal hasil US Treasury 10 tahun pada perdagangan pagi ini terpantau naik, dimana USD Index bertahan tinggi di level 97,65 dan US Treasury berada dikisaran level 4,279%.
Sementara itu, mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah.
Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan perdagangan mampu menguat tipis di level 8.154,6, walaupun kerap masuk ke zona merah sejauh ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, minimnya agenda ekonomi pada pasar keuangan di Asia diproyeksikan tidak akan banyak berpengaruh pada IHSG.
"Kinerja IHSG akan lebih banyak dipengaruhi oleh banyaknya sentimen tanah air yang berkembang setelah Pemerintah merespon kebijakan MSCI (Morgan Stanley Capital International)," ujar Gunawan di Medan, Kamis (5/2/2026).
Seirama dengan IHSG, kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah ke level 16.765 per Dolar AS.
Rupiah masih akan menghadapi tekanan ditengah potensi penguatan Dolar AS terhadap mata uang rivalnya.
Potensi tekanan terhadap Rupiah disebutkan Gunawan juga berpeluang mengalami peningkatan ditengah kenaikan harga minyak mentah dunia.
Ketegangan antara Iran dan AS yang kian memanas sejauh ini telah mendorong kenaikan harga minyak mentah jenis brent ke level US$68.95 per barel.
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan melemah dikisaran level US$4.983 per ons troy, atau sekitar Rp2,7 juta per gram.
"Potensi penguatan harga emas pada perdagangan hari ini sangat terbatas, seiring dengan pelaku pasar yang masih menanti sejumlah rilis data penting dari AS," kata Gunawan mengakhiri. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Sesi Pertama Perdagangan: IHSG Dibuka di Zona Hijau, Rupiah Melemah "
Posting Komentar