Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah dan IHSG Dibuka Melemah 

Grafik pergerakan IHSG di sesi pertama perdagangan Senin (31/8/2026).lensamedan-ist

LensaMedan - Data manufaktur China merealisasikan angka yang membaik, meski demikian masih berada di zona kontraksi. 

Data Manufacturing PMI China berada di angka 49,8 di bulan Agustus atau membaik dari posisi sebulan sebelumnya di level 49,0. 

Sejalan dengan rilis data manufaktur China, bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas ditransaksikan melemah. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terseret arus pelemahan dengan dibuka melemah di level 6.511.

Di sisi yang berbeda, kinerja mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini juga mengalami pelemahan. 

Mata uang Rupiah ditransaksikan di kisaran level 17.750 per Dolar AS. 

Pelemahan mata uang Rupiah terjadi saat ada banyak sentimen yang menopang penguatan Dolar AS. 

Salah satunya ditopang oleh kenaikan kinerja USD Index ke level 99,6.

"Ditambah lagi imbal hasil US Treasury 10 tahun bergerak naik di kisaran level 4,7%, lebih tinggi dibandingkan dengan kinerjanya pada akhir pekan sebelumnya," sebut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Senin (31/8/2026). 

Selain sejumlah faktor keuangan, awal pekan ini pelaku pasar juga tengah dihantui dengan memburuknya tensi geopolitik yang ada di kawasan Timur Tengah.

Iran, China dan Rusia dijadwalkan akan melakukan pertemuan dalam KTT Shanghai Cooporation Organization (SCO). 

Pertemuan tersebut dinilain Gunawan bisa saja menghasilkan kebijakan untuk melawan tekanan AS. 

Terlebih setelah China menentang keras sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS karena melakukan kerjasama ekonomi dengan Iran.

Harga minyak mentah dunia merespon dengan kenaikan harga yang menyentuh US$90 per barel.

Sejauh ini kenaikan harga minyak mentah juga telah menekan harga emas ke kisaran level US$4.423 per ons troy, atau sekitar Rp2,53 juta per gram. 

"Memanasnya hubungan antara AS dengan Iran kembali menyulut kekhawatiran akan kemungkinan memburuknya kondisi ekonomi kedepan," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)

(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Tensi Geopolitik Memanas, Rupiah dan IHSG Dibuka Melemah "

Posting Komentar

Cegah Karhutla, Tim Sespimen Dikreg ke 67 Edukasi Warga Bengkayang

LensaMedan - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, terus diperkuat melalui edukasi...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel