Oknum Polisi Beking Rentenir Gagal Diberikan Saksi Displin


Lensamedan - Sidang disiplin Profesi dan Pengamanan (Propam) Polresta Deliserdang terhadap oknum perwira polisi berinisial Iptu TS yang diduga menjadi beking rentenir dan memukul warga batal digelar untuk diberikan sanksi hari ini, Kamis (26/8/2021).

Sidang yang akan menghadirkan terlapor KBO Satuan Sabhara Polresta Deliserdang Iptu TS dengan pelaporan Romulo Makarios Sinaga (39), tertunda personel yang meninggal dan juga kunjungan pejabat Poldasu dan Mabes Polri.

Menurut , Dwi Ngai Sinaga ,SH,MH didampingi  Hafiz  Hasibuan ,SH kuasa hukum , Romulo Makarios Sinaga kepada wartawan , Kamis ( 26/8/2021) di Warkop Wartawan Polres Deli Serdang bahwa berdasarkan surat yang disampaikan jadwal sidang tersebut akan digelar pukul 10.00 Wib , tapi setelah hampir satu jam menunggu akhirnya pihaknya dipanggil ke ruangan Aula Polresta Deli Serdang.

Saat itu turut hadir langsung , Kasi Propam Polresta Deliserdang ,Iptu Elkana Legiyanto bersama sejumlah personil Provost Deliserdang dan satu personil dari Paminal Polresta Deliserdang yang mengatakan sidang ditunda karena adanya personil Polresta Deliserdang yang meninggal dunia , termasuk kunjungan dari Poldasu dan Mabes Polri.

"Kasi Propam Polresta Deliserdang saat menyampaikan permintaan maaf kepada kami karena penundaan tersebut bukan mendadak  dan seluruh proses persidangan sudah dilakukan.Tapi karena adanya personil Polresta Deliserdang yang meninggal dunia dan juga kunjungan pimpinan dari  Poldasu dan Mabes Polri ," ucap Dwi Ngai Sinaga SH.

Ia mengatakan sidang baru akan dilangsungkan, Senin depan (30/8/2021), pukul 10.00 WIB.

“Senin (30/8/2021), pukul 10.00 WIB, katanya. Itupun tunggu pemberitahuan lagi, paling lama hari Sabtu (28/8/2021). Cuma kita nggak tahu, apakah melalui surat resmi atau via telepon atau WhatsApp (WA). Kami mintanya surat resmi. Kami sudah sampai di sini (Polresta Deliserdang), pukul 09.45 WIB, 15 menit sebelum sidang. Saksi dua orang, pelapor Romulo Sinaga dan Rahma Aulia Ermina Telaumbanua dan Taufik Yolanda sebagai saksi ,” terangnya.

Sebagai penasihat hukum pelapor, Dwi berharap agar kasus ini tidak ditutup-tutupi dan bisa cepat diselesaikan. 

Menurut Dwi, selain melapor soal pelanggaran kode etik, mereka juga melaporkan Iptu TS dan oknum rentenir  M Hamonangan Situmorang, warga Jalan Sei Tuntungan Baru, No 46 , Medan Baru.

Sedangkan , Romulo Makarios Sinaga , sebagai korban berharap kasus tersebut segera tuntas .

"Ya, ditunda katanya, cemana lagi. Hari Senin katanya. Saya berharap cepatlah kasus ini diselesaikan, karena sudah lama kejadiannya baru sekarang mau disidang.Belum lagi laporan di Polrestabes Medan yang dilimpahkan ke Polsek Medan Baru ," ucap Romulo yang merupakan wartawan.

Baik kuasa hukum maupun Romulo Sinaga, berharap kasus ini segera diselesaikan. Karena masalah yang dihadapinya sudah cukup lama, sejak 24 Mei 2021 lalu.

"Kasus ini sudah lama .Dimana  awalnya kita laporkan ke Propam Polda Sumut, baru kemudian dilemparkan ke sini (Polresta Deliserdang). Kalau yang pidana umumnya awalnya kita laporkan ke Polrestabes Medan, dan sekarang sedang ditangani oleh Polsek Medan Baru.Yang pidana umumnya ini juga kita anggap lama kali perkembangannya ," ucap Dwi.

Ia mengatakan bahwa di tanggal 25 Agustus korban sudah dimintai keterangan oleh pihak Polsekta Medan Baru.

"Klien kita sudah dimintai keterangan terkait perampasan aset korban berupa satu unit mobil , tapi sampai saat ini mobil ini masih berada di lokasi kejadian (rumah rentenir) .Dan ini belum dapat diamankan oleh pihak polisi dengan alasan menunggu keputusan pengadilan.Kasus ini sudah hampir empat bulan  baru ini berjalan dan tim dari Polrestabes Medan saat pertama kejadian sudah mengecek   tempat kejadian sudah mengetahui dimana posisi mobil , tapi  entah mengapa mobil belum juga diamankan oleh polisi," papar Dwi. 

Disebutkan juga padahal posisi mobil juga sudah berubah tempat.

"Bagaimana pun polisi memiliki hak mengamankan aset korban terlebih dahulu ,bila menunggu proses pengadilan berapa lama lagi," kata Dwi yang tetap berharap kasus itu segera tuntas. (*)

 

(Deliserdang)

 

Belum ada Komentar untuk "Oknum Polisi Beking Rentenir Gagal Diberikan Saksi Displin "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel