BKSDA Sumut Terima Seekor Orangutan Sumatera Hasil Penegakan Hukum


Lensamedan - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Sumut) di Bandara Kuala Namu Deliserdang telah menerima pemulangan 9 individu satwa liar.

 

Individu satwa liar yang dipulangkan itu terdiri dari 1 individu Orangutan Sumatera hasil penegakan hukum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri Cikarang Nomor: 234/Pid/LH/2021/Pn.Ckr, dan 8 individu Beo Medan berasal dari penyerahan masyarakat, yang sebelumnya ditampung dan dirawat di Pusat Penyelamatan Satwa Tegal Alur (PPSTA) yang dikelola Balai KSDA DKI Jakarta.

 

Plt Kepala Balai Besar BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan, Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang dikirim dari Tegal Alur Jakarta berjenis kelamin Jantan, umur ± 2 tahun, kondisi sehat. Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Tiong Emas/Beo (Gracula religiosa) adalah satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi.

 

Di Sumut kata Hotmauli, Orangutan Sumatera akan menjalani rehabilitasi di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan Sumatera di Batu Mbelin Sibolangit yang dikelola oleh mitra Balai Besar KSDA Sumut yakni Yayasan Ekosistem Lestari, sedangkan Burung Tiong Emas/Beo akan direhabilitasi di PPS Sibolangit yang dikelola Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tiba di lokasi rehabilitasi, satwa akan menjalani proses pemeriksaan dan pemulihan kesehatan serta rehabiltasi.

 

“Nantinya satwa-satwa ini akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah menjalani proses rehabilitasi dan layak untuk dilepasliarkan. Harapannya setelah lepas liar satwa-satwa tersebut mampu berkembang biak di habitatnya,” ujar Hotmauli saat menerima kedatangan OU.

 

Dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, kata Hotmauli, hewan bisa saja tertular virus. Untuk itu, kegiatan pemulangan satwa dilindungi ini telah menerapkan protokol kesehatan, dimana satwa telah menjalani test swab dan personil yang terlibat dalam kegiatan telah memperoleh vaksin serta menggunakan masker/face shield.

 

“Orangutan adalah satwa dengan DNA 97% yang mirip dengan manusia sehingga penerapan protokol kesehatan menjadi sangat penting agar satwa tidak tertular virus dan sebaliknya,” katanya.

 

Pada kesempatan itu, Hotmauli menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Balai KSDA Jakarta yang telah melakukan translokasi serta pihak-pihak lainnya yang turut mendukung pelaksanaan translokasi ini.

 

“Termasuk juga rekan-rekan jurnalis baik dari media cetak, elektonik maupun media on-line. Semoga kerjasama yang baik ini dapat terus ditingkatkan diwaktu-waktu yang akan datang,” pungkasnya. (*)

 

 

(Deliserdang)

  

Belum ada Komentar untuk "BKSDA Sumut Terima Seekor Orangutan Sumatera Hasil Penegakan Hukum "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel