Kawasan Perkebunan di Kutambaru Tidak Kondusif, Petugas Pengaman Dibacok

Lensamedan- Kantibmas di kawasan perkebunan negara di Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat , saat ini dinilai tidak kondusif. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya aksi penjarahan kelapa sawit dan kekerasan pada karyawan serta petugas keamanan perkebunan.

Lemahnya pengawasan dari aparat kepolisian, diduga menjadi penyebab tidak kondusifnya  kamtibmas di kawasan perkebunan PT.Langkat Nusantara Kepong (LNK)  itu.

Direktur SDM PT. LNK Sugiarto SH  mengutarakan keprihatinannya terkait kurang kondusifnya kantibmas di kawasan perkebunan milik  negara itu, Senin (15/3/2021) usai menjenguk salah seorang petugas keamanan perkebunan yang menjadi korban kekerasan di areal perkebunan.

Aksi penjarahan dan tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang itu diakuinya dapat ditumpas, bila aparat kepolisian serius dalam melaksanakan tugas menjaga kantibmas di wilayah perkebunan. 

"Kami berharap aparat kepolisian dapat membantu perusahaan milik negara mengamankan asset serta menciptakan rasa aman bagi pekerja di perusahaan negara ini, " sebutnya seraya mengharapkan pelaku kekerasan pada karyawan tersebut dapat secepat mungkin ditangkap.

Korban kekerasan yang dialami salah seorang pekerja keamanan perkebunan itu disebutkan Suharto dianiaya saat melakukan tugas di areal perkebunan oleh sekelompok orang.  Pelaku penganiayaan diduga juga merupakan kelompok terorganisir yang kerap melakukan penjarahaan hasil perkebunan. 

Korban tindakan  kekerasan Eka Syahputra mengatakan, aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang itu hingga dirinya mengalami luka bacokan di bahagian tangan kanannya itu, terjadi saat dia mengawasi hasil jarahan kelapa sawit yang berhasil mereka amankan.

"Saya diserang dengan senjata tajam oleh dua orang yang diduga merupakan pelaku penjarah kelapa sawit yang hasil jarahannya berhasil kami amankan," sebut korban. Pelaku kekerasan berjumlah dua orang itu,  usai melukai korban melarikan diri.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Perkebunan Marike, jumlah produksi sawit yang dijarah sekelompok orang tercatat mencapai lebih dari 200 ton. Tingginya tingkat penjarahan di kawasan perkebunan milik negara itu serta terjadinya aksi kekerasan dengan menggunakan senjata tajam di wilayah hukum Polres Langkat sektor Salapian,  merupakan salah satu indikasi rawannya kantibmas di wilayah itu.

Kapolsek Salapian Aiptu Trisno Sumarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya korban kekerasan dengan menggunakan sajam di wilayah hukumnya. 

"Pelaku diduga merupakan maling sawit dan saat ini masih dalam proses pencarian ," sebut Kapolsek melalui Kanit Reskrim  Ipda Mimpin Ginting. (*)



 (Langkat)

Belum ada Komentar untuk "Kawasan Perkebunan di Kutambaru Tidak Kondusif, Petugas Pengaman Dibacok"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel